Gunawan Pantau Ketat Atlet Pelatda Muaythai


Dampak tertundanya PON XX 2020 menjadi 2021

Artikel by on 5 Tahun yang lalu

Featured image

Featured image

Dampak tertundanya PON XX 2020 menjadi 2021 gara-gara pandemi Covid-19 menimbulkan berbagai problem di lapangan, khususnya dari sisi persiapan atlet. Molornya waktu setahun itu membuat para atlet Jateng yang seharusnya sejak April lalu sudah memasuki TC sentralisasi, akhirnya kembali ke posisi awal, TC desentralisasi.

Hal ini juga dialami para atlet cabang olahraga muaythai. Sembilan atlet yang berhasil memberikan tiket PON untuk Pengprov MI ( (Muaythai Indonesia) Jateng juga menjalani latihan rutin sesuai program yang disusun tim pelatih di rumah masing-masing.

Atlet Jateng yang berhasil mempersembahkan tiket PON adalah Jalu Aji Dharma Susilo untuk kelas -67 kg putra,  Irvan Aji Maulana Putra (-60 kg putra) yang mendapat wildcard dari PB MI karena dia merupakan atlet nasional peraih perunggu SEA Games Manila, Rifky Akbar (-63 kg putra), Tiara Permana Putri (-48 kg putri), Tabitha Diah Putri (-45 kg putri), Ulfa Khoerotun Sholehah (-54 kg putri), Tiara Permana Putri (-57 kg putri), Randy Pradana (-48 kg putra), Ade Tia Armadani (-73 kg putra).  

Menurut Gunawan Wijaya Ketua Harian Pengprov MI yang juga sebagai pelatih kepala, pihaknya melakukan pantauan ketat terhadap pelaksanaan program latihan yang dijalani para atlet di rumah.

‘’Situasi saat ini memaksa anak-anak melakukan latihan  di rumah, namun  setiap hari mereka harus  update video latihan untuk dikirim kepada saya sebagai bahan evaluasi,’’ katanya.

Sesekali para atlet juga dikumpulkan untuk menjaga kekompakan. Selain itu beberapa atlet diajak melakukan latih tanding (sparring partner), seperti dengan para atlet Rambo Camp, Sasana Lindu Aji dan juga Laskar Ronggolawe. Irvan misalnya sempat sparring dengan Didik Hartanto, mantan petinju Jateng peraih emas PON dalam upaya menyempurnakan teknik pukulan dan double cover .

Kemudian Senin (13/7) sore lima atlet Pelatda Muaythai, yakni Irvan, Ade Tia, Randy, Tiara dan Laili menjalani program latih tanding dengan para atlet Laskar Ronggolawe di halaman kantor Kecamatan Semarang Barat. Pelatih Dwijo Purwanto yang mendampingi tim pelatda mengatakan, kegiatan ini untuk menjaga daya refleks dan kelenturan para atlet.

‘’Ini penting, karena waktu yang ada masih sangat panjang akibat tertundanya pelaksnaan PON. Secara prinsip, program awal yang kami susun untuk PON Oktober 2020 tetap kami lanjutkan. Namun tensi latihan  anak-anak harus diturunkan pada level tertentu, dan yang penting kondisi fisik dan kualitas teknis tetap terjaga,’’ ujarnya.

Sementara Ketua Umum Pengprov MI, Hartono menyebutkan, pihaknya akan secepatnya menyusun priodisasi program latihan untuk atlet pelatda. Ini penting karena jangka waktu pelatda sangat panjang, sehingga pelatihan melalui program yang terencana dan terukur diperlukan agar tidak membuat para atlet overtraining. ‘’Satu hal lagi, melalui priodisasi masa latihan itu, maka kondisi teknik, fisik dan juga mental para atlet diharapkan ada pada level yang sama,’’ ujarnya

Raihan prestasi MI jateng di babak kualifikasi PON XX memang cukup memuaskan. Dalam Pra-PON wilayah Tengah dan Timur di Lapangan Tenis Indoor AL Mabes TNI Cilangkap, 13-21 Desember lalu, tim Jateng menjadi juara umum Wilayah Tengah yang diikuti Banten, Jatim, Jabar, Bali, NTT, NTB, Kalsel, DKI Jakarta dan Kalbar.

Hartono menyebutkan, hasil kualifikasi merupakan cerminan peta persaingan di PON. Karena itu, Jateng tidak bisa leha-leha, apalagi jumawa setelah menjadi juara umum di Wilayah Tengah.

‘’Kami harus mepersiapkan diri secara maksimal mengahadapi PON. Pengprov akan mendatangkan pelatih dari Thailand untuk memoles teknik dan mental atlet,’’ katanya.

 

Tagged as


Leave a Reply



Now On Air

iNRadio

Informasi Inspirasimu

Current track

Title

Artist

Ayat-Ayat Al-Qur'an
by: Facharudin
Jum'at, 10 Apr 2026,